BALIKPAPAN – Proses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Balikpapan tahun 2025 resmi tuntas. Dari ratusan peserta yang mengikuti tahapan seleksi ketat, kini pihak penyelenggara tinggal menunggu hasil akhir peringkat dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Balikpapan, Sutadi, mengatakan seluruh tahapan seleksi berjalan lancar dan transparan. “Seleksi sudah selesai, sekarang tinggal menunggu hasil peringkat dari BPIP berdasarkan data yang sudah kami kirim,” ujarnya, Senin (2/6/2025).
Seleksi yang digelar pada 21 April 2025 itu diikuti 165 peserta dari berbagai SMA dan SMK se-Kota Balikpapan. Dari jumlah tersebut, terpilih 43 calon Paskibraka yang terdiri atas 22 putra dan 21 putri. Tiga pasangan dengan nilai tertinggi kemudian melanjutkan ke seleksi tingkat provinsi dan nasional.
Kabar menggembirakan datang dari SMA Negeri 7 Balikpapan, yang salah satu siswanya berhasil lolos ke tingkat nasional dan akan mewakili Balikpapan di upacara pengibaran bendera di Istana Negara. “Alhamdulillah, tahun ini kita punya satu wakil di nasional. Dua pasangan lainnya akan bertugas di tingkat provinsi,” kata Sutadi.
Ia menambahkan, proses seleksi mencakup tes fisik, kedisiplinan, dan pemeriksaan kesehatan. Banyak peserta tereliminasi karena tidak memenuhi kriteria tinggi badan maupun aspek kesehatan. BPIP sendiri menetapkan batas tinggi minimal 170 cm untuk putra dan 165 cm untuk putri. Namun, karena keterbatasan peserta putri yang memenuhi syarat, Kesbangpol Balikpapan mengajukan diskresi agar batas tinggi diturunkan menjadi 163 cm.
Sutadi berharap, para pelajar yang berminat menjadi Paskibraka di tahun-tahun mendatang dapat mempersiapkan diri sejak dini. “Paskibraka bukan hanya soal upacara. Ini wadah pembinaan karakter, disiplin, dan kepemimpinan. Paskibraka bukan hanya simbol kemerdekaan, tapi tempat lahirnya calon pemimpin bangsa,” tutupnya.

