KALTIMHUB, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan kembali menegaskan pentingnya peran tokoh masyarakat dalam memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal. Pesan ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Balikpapan Utara, Selasa (29/7/2025), dengan tema “Peran Strategis Tokoh Masyarakat dalam Peningkatan Kualitas Demokrasi Daerah.”
Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan ini menghadirkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan serta perwakilan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan sebagai narasumber. Suasana acara berlangsung dinamis dan interaktif, diikuti oleh para tokoh masyarakat dari berbagai kelurahan, jajaran pemerintahan kecamatan, serta unsur perangkat daerah terkait.
Kepala Kesbangpol Kota Balikpapan, Sutadi, menegaskan bahwa partisipasi aktif tokoh masyarakat merupakan pondasi penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat dan berintegritas. Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi digital, keberadaan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan untuk menenangkan suasana dan menjaga kepercayaan publik. “Tokoh masyarakat memiliki peran kunci sebagai jembatan antara pemerintah dan warga. Mereka bisa menyampaikan informasi politik secara bijak serta membangun pemahaman yang sehat di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sutadi menambahkan, kualitas demokrasi tidak hanya bergantung pada penyelenggara pemilu, tetapi juga pada kesadaran politik warga yang tumbuh melalui proses edukasi berkelanjutan. Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah maraknya disinformasi, rendahnya literasi politik, serta apatisme pemilih muda. “Kami mengajak tokoh masyarakat untuk ikut membendung arus hoaks dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap politik. Keterlibatan mereka dalam sosialisasi cerdas politik sangat dibutuhkan,” lanjutnya.
Lebih jauh, Sutadi menekankan bahwa keteladanan menjadi kunci utama dalam memperkuat nilai-nilai demokrasi di tengah masyarakat. Tokoh masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi panutan, tetapi juga pelopor dalam menjaga harmoni sosial dan mendorong ruang dialog yang terbuka, berlandaskan nilai kebangsaan serta toleransi. “Demokrasi yang sehat lahir dari dialog yang jujur dan saling menghargai. Kami berharap para tokoh masyarakat terus menjadi contoh dalam menjaga integritas demokrasi serta menciptakan pemilu yang damai dan berkualitas di Balikpapan,” tuturnya.
Kegiatan ini juga menjadi ajang bagi tokoh masyarakat untuk bertukar pengalaman dan menyampaikan tantangan nyata di lapangan, khususnya terkait upaya meningkatkan partisipasi politik warga dan menangkal hoaks menjelang momentum politik daerah.
Melalui sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan penyelenggara pemilu, diharapkan terwujud demokrasi lokal yang matang, beretika, dan berpijak pada nilai-nilai kebangsaan. “Peran tokoh masyarakat bukan hanya simbolis. Mereka adalah bagian penting dari upaya menjaga stabilitas sosial, memperkuat kepercayaan publik, serta memastikan demokrasi di Balikpapan berjalan dengan kualitas dan kedewasaan politik yang tinggi,” pungkas Sutadi. (KHub)


