KALTIMHUB, BALIKPAPAN – Di tengah derasnya arus informasi digital dan meningkatnya kekhawatiran terhadap perundungan di lingkungan sekolah, sinergi antara masyarakat dan dunia pendidikan menjadi semakin penting. Menjawab tantangan itu, Kelurahan Karang Rejo bersama mahasiswa KKN dan sejumlah lembaga lokal menggelar kegiatan sosialisasi yang menyasar dua fondasi utama pendidikan anak: keluarga dan sekolah.
Bertempat di SD 023 Balikpapan Tengah, Kamis pagi (14/8), digelar Sosialisasi “Parenting di Era Digital dan Pencegahan Bullying” yang diinisiasi oleh Kelompok Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) dan Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Masyarakat (PPATBM), berkolaborasi dengan mahasiswa KKN dari Universitas Mulia (KKN 6) dan Universitas Mulawarman (KKN 27).
Ketua Kadarkum Karang Rejo, Deny Wijaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini memang dirancang untuk menyasar dua kelompok utama: para orang tua siswa dan anak-anak sekolah itu sendiri. “Orang tua kami berikan pemahaman tentang pola asuh efektif di era digital. Sementara anak-anak kami bekali dengan materi pencegahan dan penanganan bullying,” terangnya.
Pada sesi Parenting di Era Digital, para orang tua diajak memahami dampak positif dan negatif dari teknologi terhadap tumbuh kembang anak. Termasuk di dalamnya pembahasan tentang kontrol penggunaan gawai, literasi media, hingga bahaya konten tidak layak konsumsi anak.
Orang tua juga didorong untuk menjadi pendamping aktif dalam penggunaan internet oleh anak-anak mereka, bukan sekadar pengamat dari kejauhan.
Sementara itu, sesi untuk siswa fokus pada pendidikan karakter dan empati sosial. Anak-anak diajak mengenali berbagai bentuk perundungan—baik fisik, verbal, maupun daring (cyberbullying). Mereka juga dilatih untuk berani berbicara jika mengalami atau menyaksikan bullying, serta diajarkan nilai-nilai saling menghargai dan toleransi.
Ketua PPATBM Karang Rejo, Dyah Retnani, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini membawa perubahan nyata di lingkungan sekolah dan rumah. “Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat. Tidak hanya untuk prestasi akademik, tapi juga untuk pembentukan karakter dan literasi digital anak,” tegasnya.
Melibatkan lembaga masyarakat, sekolah, dan perguruan tinggi, kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama. Terlebih di era digital yang menuntut peran aktif dari semua lini. (KHub)

