KALTIMHUB, BALIKPAPAN- Suasana di kawasan Grand City Balikpapan akhir pekan ini terasa berbeda. Deretan bendera merah putih berkibar serentak di tangan warga, mewarnai setiap sudut area. Di tengah sorak-sorai dan senyum antusias masyarakat, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan, bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), menggelar aksi pembagian bendera merah putih dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.
Ratusan bendera berpindah tangan dari petugas kepada warga. Namun bagi Kepala Kesbangpol Kota Balikpapan, Sutadi, lembar kain merah dan putih itu bukan sekadar atribut seremonial. “Bukan sekadar kain, tapi simbol persatuan. Lewat Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih, kami ingin menyalakan kembali semangat kebangsaan dari rumah masing-masing,” ujarnya di sela kegiatan.
Program pembagian bendera ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri. Pemerintah daerah di seluruh Indonesia ikut ambil bagian, termasuk Balikpapan, dengan satu tujuan besar: memastikan setiap rumah mengibarkan bendera merah putih sepanjang bulan kemerdekaan.
Sutadi menjelaskan, pengibaran bendera bukan hanya bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan, tetapi juga simbol kuat kebersamaan di tengah keberagaman warga Balikpapan yang majemuk. “Saat semua rumah mengibarkan merah putih, kita mengirim pesan yang sama: kita satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa. Antusiasme warga luar biasa—banyak yang langsung membentangkan benderanya di tempat,” tutur Sutadi.
Tahun ini, Kesbangpol menargetkan pembagian ribuan bendera di berbagai kecamatan dan titik keramaian Balikpapan. Tidak hanya sekadar membagikan bendera, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kebangsaan bagi masyarakat—mengajak warga memahami makna kemerdekaan lebih dalam.
“Semakin banyak rumah yang mengibarkan bendera, semakin kuat rasa persatuan kita. Kemerdekaan bukan hanya soal lomba atau pesta, tapi bagaimana kita menjaga nilai yang mempersatukan bangsa,” tambahnya. Bagi Sutadi, gerakan pembagian bendera ini menjadi momentum refleksi atas perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan. “Mengibarkan bendera adalah cara sederhana namun bermakna untuk menunjukkan rasa syukur dan menghargai jasa para pahlawan. Semoga gerakan ini menular ke setiap rumah, sekolah, dan komunitas di Balikpapan,” pungkasnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan perayaan seremonial, tetapi juga dengan tindakan nyata yang mempererat persaudaraan dan menjaga persatuan Indonesia. Dari Grand City Balikpapan, merah putih berkibar bukan hanya di udara—tetapi juga di hati setiap warga yang mencintai negeri ini. (KHub)

