RDMP Pertamina Jadi Penopang Utama Pajak Bumi dan Bangunan Balikpapan

KALTIM HUB, BALIKPAPAN — Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan tak hanya berdampak besar bagi ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi salah satu penopang utama keuangan daerah.

Kontribusinya terhadap Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kota Balikpapan mencapai sekitar 20 persen dari total penerimaan setiap tahun.

Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan, Idham, menyebut, keberadaan RDMP memberikan manfaat berlapis, baik dari sisi pendapatan daerah maupun perputaran ekonomi masyarakat.

“Dari sisi pemerintah, khususnya terkait pajak, RDMP ini sangat membawa manfaat besar. Dari sisi ekonomi, jumlah pekerja yang banyak memicu perputaran uang di Balikpapan — mulai dari sektor jasa, kuliner, hingga perumahan,” ujarnya, Senin (1/9/2025).

Menurut Idham, proyek pengembangan kilang minyak ini memberi kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah. Dari target penerimaan PBB Kota Balikpapan sebesar Rp400 miliar pada 2025, sekitar Rp80 miliar di antaranya disumbang dari area RDMP dan aset Pertamina.

“Nominalnya bisa miliaran rupiah. Saat RDMP selesai, multiplier effect-nya akan semakin besar untuk Balikpapan,” tambahnya.

Selain menambah kas daerah, proyek ini juga memicu peningkatan nilai aset. Fasilitas kilang, sarana pendukung, hingga infrastruktur baru yang dibangun Pertamina akan dinilai ulang untuk keperluan PBB P2 (Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan) sesuai kondisi terkini.

Penyesuaian ini, kata Idham, dipastikan akan mendongkrak nilai pajak secara signifikan setelah proyek rampung.

Tak hanya dari sisi fiskal, keberadaan ribuan pekerja RDMP turut menghidupkan ekonomi lokal.
Kebutuhan akan tempat tinggal, konsumsi, transportasi, hingga hiburan membuat banyak pelaku UMKM di Balikpapan menikmati efek berganda dari geliat proyek ini.

“Efek gandanya ini yang sebenarnya juga penting, karena tidak hanya pajak yang meningkat, tetapi ekonomi masyarakat juga ikut terangkat,” ujar Idham.

Sejumlah warga di sekitar kawasan proyek bahkan memanfaatkan peluang ini dengan membuka usaha rumah kos, warung makan, laundry, dan layanan transportasi. Aktivitas ekonomi yang meningkat ini memperkuat posisi Balikpapan sebagai kota jasa dan energi yang berperan vital dalam menopang ekonomi nasional.

Idham optimistis, setelah RDMP rampung, Balikpapan akan semakin kokoh secara ekonomi dan fiskal.
Peningkatan penerimaan PBB akan memberi ruang lebih besar bagi pemerintah kota untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan meningkatkan pelayanan publik.

“Kalau proyek RDMP selesai, potensi PBB-nya tentu akan jauh lebih besar. Artinya, kemampuan daerah untuk membiayai pembangunan juga akan meningkat,” pungkasnya.(Kaltim Hub)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *