Bangun Budaya Sadar Pajak, BPPDRD Dorong Kemandirian Fiskal Balikpapan

KALTIM HUB, BALIKPAPAN —  Selain menghadirkan inovasi layanan, BPPDRD Balikpapan juga gencar menanamkan budaya sadar pajak di tengah masyarakat. Kepala BPPDRD, Idham Mustari, menegaskan bahwa kesadaran membayar pajak bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk kepedulian terhadap pembangunan kota.

“Kepatuhan pajak mencerminkan rasa tanggung jawab terhadap kemajuan Balikpapan. Kota ini tidak bisa mandiri secara fiskal tanpa partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pajak daerah menjadi tulang punggung pembiayaan publik, yang hasilnya dapat dirasakan langsung masyarakat melalui pembangunan jalan, fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga layanan sosial.

Dengan meningkatnya kesadaran pajak, pemerintah dapat mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat dan memperkuat kemandirian fiskal daerah.

BPPDRD berupaya menanamkan kesadaran kolektif tersebut melalui berbagai kegiatan, mulai dari edukasi di sekolah dan kelurahan, program layanan keliling, hingga kampanye digital di media sosial resmi.

Langkah ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat bahwa pajak bukan beban, melainkan kontribusi bersama untuk kemajuan kota.

“Kami ingin menjadikan pajak sebagai bagian dari budaya masyarakat Balikpapan. Kalau setiap warga punya kesadaran, maka pelayanan publik akan semakin meningkat,” jelas Idham.

Selain sosialisasi, BPPDRD juga mendorong transformasi digital sistem perpajakan agar masyarakat lebih mudah mengakses informasi dan melakukan pembayaran. Dengan platform daring, masyarakat kini dapat mengecek tagihan dan membayar pajak tanpa harus antre di kantor.

Langkah ini sejalan dengan visi Balikpapan sebagai kota modern yang efisien dan berkeadilan.

Program ini juga menjadi bagian dari strategi memperkuat pendapatan asli daerah (PAD) untuk membiayai prioritas pembangunan, seperti pengendalian banjir, perbaikan infrastruktur, dan peningkatan pelayanan publik.

“Setiap rupiah pajak yang dibayarkan warga kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan. Jadi, kesadaran pajak sejatinya adalah investasi sosial bagi masa depan Balikpapan,” pungkas Idham.(Kaltim Hub)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *