Balikpapan Dorong Pemberdayaan Lansia Lewat Program Sidaya

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), kota ini tengah mengembangkan Program Lansia Berdaya (Sidaya) yang merupakan bagian dari Quick Win Kemendugbangga/BKKBN. Program ini memiliki lima menu kegiatan, salah satunya yang paling diunggulkan adalah Sekolah Lansia.

Kepala Bidang Ketahanan Keluarga DP3AKB Kota Balikpapan, dr. Luluk Kumala Kafbiyah, menjelaskan bahwa Sidaya dirancang untuk memberdayakan lansia agar tetap sehat, aktif, produktif, dan mandiri. Salah satu kegiatan utamanya yaitu Sekolah Lansia SMART—akronim dari Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat, yang mengusung pendekatan pembelajaran non-formal bagi lansia di Balikpapan. “Tujuan Sekolah Lansia adalah meningkatkan kualitas hidup lansia agar mereka tetap mandiri, produktif, dan memiliki peran sosial di lingkungannya. Melalui kegiatan ini, para lansia diharapkan tetap bahagia dan berdaya,” ujar dr. Luluk.

Meski saat ini Sekolah Lansia di Balikpapan belum resmi berjalan karena keterbatasan anggaran dan menunggu mekanisme perubahan anggaran, persiapan program telah mulai dilakukan. Pemerintah telah membentuk pengurus Sekolah Lansia serta menyiapkan lokasi sekretariat yang nantinya menjadi pusat kegiatan pembelajaran.

Sebagai langkah awal, Kegiatan Sekolah Lansia SMART tingkat Kota Balikpapan digelar pada Selasa (4/10) di Aula Lt. 4 Gedung Disdukcapil–DP3AKB. Kegiatan ini melibatkan berbagai mitra kerja di bidang kesehatan dan menghadirkan narasumber berkompeten, di antaranya instruktur senam, Penyuluh KB, dokter spesialis jantung, dokter spesialis penyakit dalam, hingga psikolog.

Peserta kegiatan terdiri dari Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), kader Bina Keluarga Lansia (BKL) Kelurahan Sepinggan Raya, serta perwakilan lansia dari wilayah tersebut.

Dalam sesi pembelajaran, peserta menerima beragam materi mulai dari kesehatan fisik dan mental, pembinaan spiritual, pelatihan keterampilan, hingga edukasi pemberdayaan ekonomi. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan lansia dalam menjaga kesehatan dan tetap produktif meski di usia lanjut.

dr. Luluk menegaskan bahwa Sekolah Lansia SMART bukan sekadar program peningkatan pengetahuan, tetapi juga upaya mengubah cara pandang masyarakat. “Kami ingin menegaskan bahwa usia lanjut bukan masa untuk berhenti berkarya. Lansia tetap bisa berkontribusi bagi keluarga dan masyarakat, dan melalui Sekolah Lansia SMART kami ingin mendorong hal itu,” ungkapnya. Dengan berjalannya program Sidaya dan persiapan Sekolah Lansia SMART, Balikpapan berharap dapat menciptakan ekosistem yang lebih ramah bagi lansia, di mana mereka tidak hanya dirawat, tetapi juga diberdayakan, dihargai, dan dimampukan untuk tetap hidup bermakna. (KHub)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *