KALTIMHUB, BALIKPAPAN — Wisata Edukasi Kang Bejo di Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah mulai mempersiapkan diri untuk berlaga di ajang bergengsi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2026. Langkah awal persiapan dilakukan melalui kegiatan pendampingan dan pembinaan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (28/10).
Kegiatan pendampingan ini menjadi wadah bagi pengelola Kang Bejo untuk menyusun strategi demi meraih hasil terbaik di kompetisi nasional mendatang. Optimisme tinggi terlihat dari tekad mereka untuk tidak sekadar menjadi peserta, melainkan masuk dalam 30 besar desa wisata terbaik di Indonesia.
Salah seorang pengurus Kang Bejo, Yethi Hirnawati, menyampaikan bahwa fokus persiapan saat ini adalah penciptaan terobosan dan inovasi baru dalam pengelolaan wisata edukasi. “Gebrakan dan aksi akan kami tonjolkan melalui inovasi, sehingga Kang Bejo semakin dikenal dan diminati wisatawan,” ujarnya penuh semangat.
Optimisme tersebut bukan tanpa dasar. Pada ADWI 2024 lalu, Kang Bejo berhasil menembus 300 besar dari 6.016 desa wisata se-Indonesia, membuktikan kualitas dan daya saingnya. Menurut Yethi, tahun ini tantangan lebih tinggi karena ajang kompetisi berubah menjadi Wonderful Indonesia Award (WIA), bukan lagi Jejaring Desa Wisata (Jadesta).
Dalam pendampingan yang dilakukan Dispar Provinsi dan akademisi, fokus utama adalah penguatan kelembagaan dan digitalisasi. Struktur organisasi yang kuat dan pemanfaatan teknologi digital dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan pelayanan, daya saing, serta pengalaman pengunjung.
Meski begitu, Kang Bejo tetap menekankan kolaborasi lintas sektor dan dukungan CSR dari perusahaan sebagai bagian dari strategi pengembangan berkelanjutan. “Kolaborasi dengan berbagai pihak terus kami galang untuk mendukung pengembangan wisata,” ungkap Yethi.
Dukungan pemerintah setempat juga mengalir penuh. Lurah Sumber Rejo, Paing, menyatakan komitmen mendukung persiapan Kang Bejo. “Kami berharap Kang Bejo bisa mencapai target yang diinginkan. Jika ada persyaratan yang kurang, pihak kelurahan siap membantu pelengkapannya,” tegas Paing.
Dengan persiapan yang matang, kolaborasi lintas sektor, dan dukungan penuh pemerintah serta mitra, Kang Bejo optimis mampu bersaing di level nasional. Target masuk 30 besar ADWI 2026 bukan sekadar ambisi, tetapi langkah nyata untuk menempatkan Balikpapan di peta wisata edukasi unggulan Indonesia. (KHub)

