KALTIMHUB, BALIKPAPAN — Usai menjuarai kompetisi Clean, Green, and Healthy (CGH) Kota Balikpapan 2025, Kampung Bungas di Kelurahan Gunung Sari Ilir tidak berpuas diri. Justru, semangat warga untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas kampung semakin membara.
Penataan dan pembenahan dilakukan secara partisipatif melibatkan seluruh masyarakat. Tujuannya, menciptakan kawasan yang nyaman untuk ditinggali sekaligus menarik wisatawan, sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal. Suwanto, penggagas Kampung Bungas sekaligus anggota DPRD Balikpapan, menyatakan akan menghadirkan inovasi baru. “Kami akan menata, berinovasi kembali, hingga menghadirkan sesuatu yang berbeda,” ujarnya penuh semangat.
Salah satu inovasi terbesar adalah penerapan sistem reservasi bagi pengunjung. Rencananya, wisatawan yang ingin menikmati keindahan Kampung Bungas harus memesan terlebih dahulu melalui aplikasi yang kini tengah dikembangkan. “Kedepan Kampung Bungas menerapkan sistem reservasi bagi tamu yang ingin berkunjung, dengan syarat mereka memesan menu yang kami sediakan,” jelas Suwanto.
Langkah strategis ini bertujuan agar warga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih langsung dan berkelanjutan. “Kalau cuma datang berkunjung, warga capek menyiapkan makan minum tapi hasilnya tidak terasa. Dengan sistem ini, kunjungan wisatawan tidak hanya membawa kebanggaan, tetapi juga kontribusi nyata bagi peningkatan pendapatan warga,” tambahnya.
Kampung Bungas dikenal sebagai kawasan hijau produktif. Terdiri dari RT 64, 65, 66, 68, dan 69, warga mengubah keterbatasan lahan menjadi peluang dengan inovasi pertanian hidroponik dan vertikultur. Pekarangan rumah hingga ruang di atas parit dimanfaatkan untuk menanam tanaman hias, buah, sayur, dan Tanaman Obat Keluarga (Toga), yang juga mempercantik pemandangan kampung.
Fasilitas pendukung seperti rumah kompos dan ruang pembibitan turut melengkapi ekosistem hijau ini. Saat ini terdapat 18 titik hidroponik dengan lebih dari 3.000 lubang tanam yang aktif menghasilkan sawi, kangkung, bayam, dan daun sop, bahkan budidaya melon hidroponik telah berhasil dilakukan. Warga juga menanam tomat, terong, cabai, serta menata taman bromelia sebagai daya tarik baru.
Dengan semangat gotong royong dan komitmen menjaga lingkungan mulai dari rumah masing-masing, Kampung Bungas bukan hanya menjadi contoh permukiman hijau, tetapi juga destinasi edukasi dan wisata lingkungan yang inspiratif. (KHub)

