Kesbangpol Balikpapan Dorong Pendidikan Politik sebagai Kunci Melahirkan Generasi Muda yang Melek Demokrasi

KALTIM HUB, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menegaskan bahwa pendidikan politik menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang sadar hak, paham tanggung jawab, dan mampu berperan aktif sebagai warga negara. Di tengah derasnya arus informasi digital dan dinamika sosial yang bergerak cepat, literasi politik sejak dini dipandang sebagai bekal vital untuk menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

Kepala Kesbangpol Balikpapan, Sutadi, menyampaikan bahwa pendidikan politik tidak boleh dimaknai sebatas urusan pemilu atau pengenalan struktur pemerintahan. Lebih dari itu, pendidikan politik adalah proses membangun karakter, membentuk kepekaan terhadap persoalan publik, hingga menumbuhkan keberanian berpendapat.

“Pendidikan politik membantu anak muda memahami bagaimana sistem pemerintahan bekerja, bagaimana menggunakan hak pilih, hingga bagaimana keputusan-keputusan publik diambil. Dengan pemahaman ini, mereka akan tumbuh sebagai generasi yang peduli dan terlibat,” ujar Sutadi.

Ia menekankan bahwa di era digital, kemampuan memilah informasi menjadi sangat krusial. Media sosial yang dipenuhi konten politik justru membawa risiko kaburnya batas antara fakta dan hoaks. Karena itu, pendidikan politik dibutuhkan untuk membentuk pola pikir yang kritis, analitis, dan mampu menilai informasi secara objektif.

“Generasi muda yang melek politik akan lebih bijak dalam membaca informasi, bisa membedakan mana data dan mana opini, serta mampu mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan, bukan tekanan atau tren semata,” katanya.

Kesbangpol melihat masih banyak anak muda yang memandang politik sebagai sesuatu yang rumit dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, keputusan politik menyentuh seluruh aspek kehidupan: mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan, harga kebutuhan pokok, hingga kesempatan kerja.

Dengan memahami keterkaitan tersebut, anak muda diharapkan menyadari bahwa keterlibatan mereka dalam politik adalah bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Sejumlah langkah dinilai efektif untuk memperkuat pendidikan politik, di antaranya memasukkan materi politik di sekolah dan kampus melalui diskusi, seminar, dan kegiatan organisasi. Pelibatan pemuda dalam komunitas dan forum dialog juga dinilai mampu mendorong keberanian, rasa percaya diri, serta kemampuan berkomunikasi secara sehat dan santun.

Pemerintah Kota Balikpapan berharap upaya penguatan literasi politik ini dapat melahirkan generasi yang tidak hanya memahami nilai-nilai demokrasi, tetapi juga siap menjadi agen perubahan—generasi yang aktif, kritis, dan memiliki komitmen kuat terhadap masa depan daerah dan bangsa.(Kaltim Hub)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *