KALTIMHUB, Balikpapan — Sektor pergudangan menjadi primadona dalam arus investasi yang masuk ke Kota Balikpapan sepanjang tahun ini. Pemerintah kota menilai lonjakan minat terhadap lahan dan fasilitas pergudangan didorong oleh keunggulan geografis dan kesiapan infrastruktur yang dimiliki Balikpapan dibanding daerah lain di Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan, Hasbullah Helmi, menjelaskan bahwa investor memandang Balikpapan sebagai pusat logistik strategis. Kota ini memiliki jalur transportasi dan ekonomi yang menghubungkan berbagai daerah, didukung pelabuhan peti kemas, kawasan industri, dan bandara internasional.
“Sektor pergudangan kini mendominasi investasi di Balikpapan. Investor melihat kota ini ideal untuk aktivitas logistik. Akses pelabuhan, kawasan industri, dan bandara internasional menjadi alasan utama mereka masuk,” ujarnya, Senin (17/11).
Helmi menambahkan dominasi sektor ini bukan tiba-tiba muncul. Selama beberapa tahun terakhir, Balikpapan terus memperkuat kapasitas sebagai simpul distribusi di Kalimantan. Infrastruktur matang membuat investor lebih percaya diri menempatkan modal pada sektor yang membutuhkan konektivitas cepat dan biaya logistik efisien.
Posisi strategis Balikpapan sebagai penghubung barang dan layanan antar kabupaten maupun provinsi juga meningkatkan kebutuhan akan ruang penyimpanan dan fasilitas logistik modern. Investor menilai peluang ekspansi sangat terbuka, terutama menjelang meningkatnya aktivitas ekonomi seiring pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). “Balikpapan bukan hanya kota penyangga IKN. Kota ini sudah lama menjadi simpul transportasi Kalimantan Timur. Itu sebabnya kebutuhan pergudangan terus tumbuh dan investor memilih Balikpapan dibanding kota lain,” jelas Helmi.
Pemerintah kota melalui DPMPTSP turut memperkuat sistem perizinan untuk menanggapi lonjakan minat pada sektor pergudangan. Proses izin usaha dipercepat, informasi lahan disediakan, dan investor mendapatkan pendampingan untuk memperluas operasi logistik, sehingga arus investasi tidak terhambat oleh administrasi.
Helmi menambahkan, sektor pergudangan diprediksi menjadi salah satu pilar ekonomi baru Balikpapan, seiring pertumbuhan perdagangan, e-commerce, dan kebutuhan konstruksi besar yang mengalir dari dan menuju IKN. “Permintaan fasilitas penyimpanan barang diperkirakan terus meningkat. Balikpapan siap menjadi pusat logistik utama di Kalimantan Timur,” pungkasnya. (KHub)

