KALTIM HUB, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan meningkatkan agresivitas dalam strategi pemasaran wilayah dengan memperkuat kolaborasi bersama kementerian, lembaga nasional, dan jaringan internasional. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kompetisi antar daerah dalam menarik investasi, terutama sejak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menciptakan peluang ekonomi baru di Kalimantan Timur.
Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa pemerintah kota tidak lagi berada dalam posisi menunggu. Balikpapan harus hadir secara aktif dalam berbagai forum bisnis domestik dan global untuk secara langsung menawarkan potensi strategis daerah.
“Kami mengintensifkan promosi investasi melalui jejaring kementerian, lembaga nasional, hingga mitra internasional. Persaingan antar daerah sangat kompetitif, sehingga kami harus bergerak lebih cepat dan lebih terukur,” ujar Rahmad, Rabu (19/11).
Strategi promosi Balikpapan kini berfokus pada kelompok usaha dari sektor-sektor kunci, termasuk properti, logistik, energi, dan jasa berbasis digital. Pendekatan yang terstruktur dan kolaboratif diterapkan untuk memberikan gambaran jelas mengenai keuntungan kompetitif menanamkan modal di Balikpapan.
Ia menyoroti bahwa Balikpapan memiliki nilai strategis yang tinggi karena posisinya sebagai pintu gerbang IKN dan titik krusial dalam rantai logistik dan jasa. Nilai lebih ini selalu menjadi materi utama dalam promosi.
“Pembangunan IKN membuat Balikpapan berada di titik krusial rantai logistik dan jasa. Kami ingin memastikan investor mengetahui bahwa Balikpapan memiliki ekosistem usaha yang stabil, aman, dan prospektif,” tambahnya.
Untuk meyakinkan investor, Pemkot Balikpapan juga memperkuat kerja sama strategis dengan kementerian terkait. Hal ini penting untuk memastikan proses perizinan proyek-proyek besar berjalan sinkron dan didukung oleh regulasi yang harmonis (regulatory support).
“Kami berkomitmen menghadirkan layanan investasi terbaik. Kami siap memberikan pendampingan mulai dari proses awal hingga realisasi proyek. Tidak boleh ada investor yang merasa dibiarkan berjalan sendiri,” tegas Walikota.
Melalui strategi promosi yang lebih intensif ini, Pemkot Balikpapan menargetkan peningkatan realisasi investasi yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat kepercayaan investor jangka panjang.(KaltimHub)

