Puluhan Pelajar Balikpapan Resmi Jalani Latihan Paskibraka Siapkan Diri Sambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI

KALTIMHUB, Balikpapan — Dengan langkah tegap dan semangat membara, puluhan pelajar terpilih dari berbagai sekolah menengah di Kota Balikpapan resmi memulai latihan intensif sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara pembukaan latihan digelar penuh khidmat di Lapangan Tennis Indoor Balikpapan, Rabu (9/7/2025). Di hadapan para pelatih, pembina, dan orang tua, para calon Paskibraka menunjukkan tekad kuat untuk mengemban tugas mulia pada upacara kemerdekaan 17 Agustus mendatang.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan, Sutadi, dalam sambutannya menekankan bahwa menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar soal baris-berbaris, tetapi juga tentang membangun kepribadian tangguh dan semangat kebangsaan. “Paskibraka harus punya semangat dan tekad yang kuat. Ini bukan hanya soal baris-berbaris, tapi tentang kesiapan fisik dan mental dalam menjalankan tugas mulia mengibarkan Sang Saka Merah Putih,” ujar Sutadi.

Ia juga mengingatkan para peserta untuk menjaga kesehatan serta keselamatan selama masa latihan. Latihan intensif yang dijalankan selama beberapa pekan ke depan menuntut konsentrasi dan stamina tinggi. “Dari sekarang, siapkan diri dengan serius, jaga kesehatan, dan tetap fokus. Kami ingin pelaksanaan 17 Agustus nanti berjalan sempurna,” tambahnya.

Tahun ini, sebanyak 39 calon anggota Paskibraka mengikuti pembinaan. Dari jumlah tersebut, empat peserta—dua pasang putra dan putri—masih menunggu hasil seleksi akhir tingkat provinsi untuk kemungkinan bergabung ke tingkat nasional.

Sebelum memasuki masa karantina, para calon anggota akan menjalani latihan rutin setiap sore selama satu bulan penuh, meliputi latihan lapangan, pembentukan formasi, serta pembekalan tentang wawasan kebangsaan dan disiplin pribadi.

Masa karantina resmi dimulai 1 Agustus hingga 19 Agustus 2025 di Hotel BDI Balikpapan. Selama masa tersebut, peserta tidak diperbolehkan meninggalkan lokasi hingga selesai upacara pengibaran dan penurunan bendera. “Karantina adalah bagian penting dari pembentukan karakter. Di situ mereka belajar disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan,” jelas Sutadi.

Program pelatihan Paskibraka tahun ini dirancang tidak hanya untuk menyiapkan formasi upacara, tetapi juga membentuk generasi muda yang berjiwa nasionalis dan berkarakter pemimpin. Melalui pembinaan fisik, mental, dan moral, para peserta diharapkan menjadi teladan bagi lingkungan sekolah dan masyarakatnya.

Bagi para pelajar yang terpilih, kesempatan ini menjadi momen berharga sekaligus tanggung jawab besar. Mereka menyadari bahwa di pundak mereka, tersimpan simbol kehormatan bangsa. “Kami bangga bisa jadi bagian sejarah. Ini bukan hanya latihan, tapi perjalanan membangun semangat cinta tanah air,” ungkap salah satu peserta dengan mata berbinar. (KHub)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *