KALTIM HUB, BALIKPAPAN — Tak hanya mengandalkan teknologi digital, Pemerintah Kota Balikpapan juga memperkuat sisi penegakan hukum dalam meningkatkan kepatuhan pajak. BPPDRD Balikpapan menggandeng aparat penegak hukum untuk mempercepat penindakan terhadap para penunggak pajak yang selama ini abai terhadap kewajibannya.
Kepala BPPDRD Kota Balikpapan, Idham, menyebut kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan keadilan dalam sistem perpajakan daerah. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan daftar wajib pajak yang masih menunggak, dan memberikan waktu untuk menyelesaikannya secara persuasif sebelum langkah tegas diambil.
“Kami beri kesempatan wajib pajak untuk menyelesaikan secara baik-baik. Tapi kalau tetap membandel, kami harus bertindak tegas. Ini bentuk keadilan,” tegas Idham.
Menurutnya, penegakan hukum adalah bagian integral dari membangun budaya sadar pajak. Pemerintah tidak bisa hanya bergantung pada kesadaran moral tanpa adanya pengawasan yang nyata.
“Kami tidak ingin masyarakat yang taat merasa tidak adil hanya karena ada yang menunggak tapi dibiarkan. Ketegasan ini justru demi keadilan bersama,” katanya lagi.
Sejak penerapan sistem digital dan penguatan pengawasan hukum, BPPDRD mencatat adanya perubahan perilaku positif dari pelaku usaha. Banyak yang sebelumnya menunda pembayaran kini mulai rutin melapor dan melunasi kewajiban mereka.
Kerja sama dengan aparat hukum ini tidak hanya sebatas penindakan, tetapi juga pembinaan terhadap wajib pajak yang ingin memperbaiki pelaporannya. Pendekatan “soft enforcement” dikedepankan agar kesadaran tumbuh tanpa rasa tertekan.
“Transparansi dan ketegasan harus berjalan seimbang. Kami ingin wajib pajak sadar karena paham manfaatnya, bukan karena takut. Tapi bagi yang menolak patuh, tentu kami harus tindak,” jelas Idham.
Pemerintah berharap langkah tegas dan terukur ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem perpajakan daerah. Ketika pajak dikelola dengan adil dan disiplin, hasilnya akan kembali kepada publik melalui pembangunan dan layanan yang lebih baik.(Kaltim Hub)



