Harunya “Meet Up The Parents” Capas Balikpapan 2025: Saat Doa dan Pelukan Orang Tua Menjadi Energi Merah Putih

KALTIMHUB, Balikpapan — Suasana haru menyelimuti aula tempat berlangsungnya acara “Meet Up The Parents” Calon Paskibraka (Capas) Kota Balikpapan 2025. Setelah berminggu-minggu menjalani latihan intensif dan pembinaan ketat, para Capas akhirnya dipertemukan kembali dengan orang tua mereka dalam momen penuh kehangatan dan makna.

Acara yang juga dikenal sebagai Temu Kangen Orang Tua dan Capas ini menjadi ajang pelepas rindu sekaligus simbol restu keluarga bagi anak-anak yang siap mengemban tugas sakral: mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.

Tangis bahagia, pelukan erat, dan senyum bangga tampak di setiap sudut ruangan. Banyak orang tua tak mampu menahan air mata ketika melihat anak mereka berdiri tegap — wajah yang dulu tampak remaja kini memancarkan kedewasaan, disiplin, dan rasa tanggung jawab.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan, Sutadi, menegaskan bahwa dukungan keluarga adalah pondasi utama dalam membentuk karakter dan mental para Capas. Menurutnya, doa dan restu orang tua menjadi kekuatan tak terlihat yang menempa semangat para calon pengibar bendera.

“Dari rumah mereka berangkat, untuk Indonesia mereka mengabdi. Paskibraka bukan sekadar pasukan pengibar bendera, tetapi juga simbol pengorbanan dan keteladanan generasi muda. Semua itu tidak mungkin terwujud tanpa doa dan restu orang tua,” ujar Sutadi, Sabtu (16/8/2025).

Ia menambahkan, momen Meet Up The Parents menjadi kesempatan bagi para Capas untuk memperlihatkan hasil perjuangan mereka. Setiap barisan tegap dan langkah serempak mencerminkan disiplin, kebersamaan, serta semangat nasionalisme yang telah ditempa selama masa pembinaan.

Kebanggaan dan Doa yang Tak Pernah Putus

Bagi para orang tua, melihat anak mereka berdiri di barisan Paskibraka adalah kebanggaan yang sulit diungkap dengan kata-kata. Tak sedikit yang meneteskan air mata saat menyaksikan perubahan sikap dan kedisiplinan buah hati mereka setelah menjalani karantina dan pelatihan.

“Sebagai orang tua tentu bahagia melihat anaknya mampu melewati proses pembinaan yang berat. Kami minta orang tua terus berdoa dari rumah, sambil melihat anak-anak mereka berdiri tegap di barisan Paskibraka,” jelas Sutadi. Acara ini pun menjadi ruang refleksi — bahwa di balik tegaknya Merah Putih, ada cinta dan doa yang mengalir dari rumah-rumah sederhana.

Menurut Sutadi, dukungan keluarga bukan hanya bentuk kasih sayang, tetapi juga motivasi yang memperkuat semangat para Capas. Rasa rindu yang mereka tahan selama masa pembinaan justru menjadi bahan bakar untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik.

“Kami tahu para Capas pasti rindu rumah dan keluarga. Tapi masa pembinaan justru membuat mereka semakin matang dan bersemangat. Dari pertemuan hari ini, kami ingin mereka membawa semangat itu hingga ke puncak upacara nanti,” ujarnya. (KHub)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *