KALTIM HUB, BALIKPAPAN — Puluhan pelajar tingkat SLTA se-Kota Balikpapan menunjukkan antusiasme tinggi dalam memahami politik sebagai wadah membangun masa depan bangsa. Hal ini tergambar dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Debat Politik Pelajar yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Balikpapan pada 20–29 Oktober 2025, dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-96.
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa politik tidak semestinya dipandang sebagai ajang pertarungan semata. “Berpolitik itu bukan soal menang atau kalah, tapi tentang bagaimana kita berkontribusi untuk kebaikan. Pendidikan politik sejak dini penting agar pelajar memahami bahwa politik adalah jalan membangun bangsa, bukan memecah belah,” ujarnya.
Kompetisi berlangsung kompetitif di dua kategori lomba. Pada LKTI bertema “Kebangsaan dan Partisipasi Politik Generasi Muda,” Paquita Luthfira Putri dari SMA Muhammadiyah 2 berhasil meraih Juara 1 mengungguli ratusan peserta lainnya.
Sementara itu, di cabang debat politik, suasana persaingan semakin hidup dengan pertukaran argumen secara kritis dan tetap santun. SMK Negeri 3 Balikpapan keluar sebagai Juara 1 setelah menaklukkan SMAN 1 Balikpapan pada babak final yang berlangsung sengit.
Kepala Kesbangpol Balikpapan, Sutadi, menyebut kegiatan ini sebagai investasi jangka panjang dalam pembinaan generasi penerus. “Kami berharap dari ajang ini lahir pemimpin masa depan yang berintegritas, cinta tanah air, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Kesbangpol menilai kegiatan ini sebagai salah satu momentum penting dalam menguatkan literasi politik pelajar, sekaligus memperkokoh semangat kebangsaan dalam menyongsong Indonesia Emas.(KaltimHub)



