Okupansi Hotel Balikpapan Menurun, Event Nasional Jadi Harapan Dongkrak Pajak

KALTIM HUB, BALIKPAPAN —  Sektor perhotelan dan pariwisata di Kota Balikpapan tengah menghadapi tren penurunan okupansi jika dibandingkan periode tahun lalu. Namun, optimisme mulai tumbuh seiring hadirnya sejumlah agenda besar, salah satunya peringatan HUT ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Balikpapan

Kepala Badan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan, Idham, menyebut event berskala nasional ini diharapkan mampu mengerek tingkat hunian hotel yang beberapa bulan terakhir mengalami pelandaian. “Mudah-mudahan dengan adanya acara Dekranas minggu depan, okupansi hotel kembali meningkat. Dampaknya tentu tidak hanya ke hotel, tapi juga restoran, rumah makan, kafe, hingga destinasi wisata,” ujarnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan, Soegianto, menegaskan bahwa para pelaku usaha sudah menyiapkan layanan terbaik untuk menyambut peserta dan tamu undangan. “Hotel-hotel di Balikpapan siap. Apalagi okupansi sekarang belum seramai dulu, jadi momentum ini sangat pas. Kami perkirakan kamar akan penuh terisi,” jelasnya, Senin (30/6/2024).

Menurutnya, hotel berbintang tiga hingga lima menjadi pilihan utama tamu dari berbagai daerah, bahkan sebagian besar kamar telah dipesan sejak jauh hari. Gelombang kedatangan diperkirakan dimulai pada 8 Juli, sehari sebelum puncak acara. “Kalau tamu membludak, hotel bintang satu dan dua juga pasti akan terisi. Untuk saat ini, tamu masih datang individu, bukan rombongan besar. Fasilitas penjemputan khusus akan disesuaikan dengan arahan panitia, terutama untuk tamu VVIP,” tambahnya.

Tahun ini, sektor perhotelan Balikpapan menargetkan pendapatan Rp70 miliar. Hingga pertengahan tahun, realisasi sudah mendekati Rp40 miliar, meski masih menghadapi tantangan. Salah satunya, pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat yang membuat sejumlah SKPD mengurangi perjalanan dinas—sumber pemasukan signifikan bagi industri hotel.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyoroti adanya potensi kebocoran pendapatan dari pajak dan retribusi di sektor hotel dan restoran. Ia menegaskan pentingnya digitalisasi layanan agar penerimaan daerah bisa optimal. “Digitalisasi pajak menjadi instrumen penting untuk menutup celah kebocoran dan memperkuat kemandirian fiskal,” tegasnya.

Selain hotel, Pemkot juga memproyeksikan peningkatan kunjungan ke destinasi wisata lokal seperti Pantai Manggar dan objek wisata lain, seiring membaiknya mobilitas masyarakat.

Dengan kombinasi event berskala nasional, penguatan strategi industri, serta digitalisasi layanan fiskal, sektor perhotelan dan pariwisata Balikpapan diharapkan mampu kembali pulih dan menjadi penopang penting pertumbuhan ekonomi daerah pada semester kedua 2025.(Kaltim Hub)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *