KALTIM HUB, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Balikpapan terus memperluas jangkauan program digitalisasi ke seluruh lapisan masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Upaya ini dilakukan untuk mempercepat adopsi transaksi non-tunai serta memperkuat ekosistem ekonomi digital dari tingkat akar rumput.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan yang merata, tidak hanya terbatas pada pelaku usaha besar atau masyarakat perkotaan, tetapi juga menyasar pedagang pasar tradisional hingga pelaku usaha kecil di pinggir jalan.
Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Kota Balikpapan, Idham Mustari, mengatakan edukasi berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mengubah pola transaksi masyarakat menuju sistem digital. Menurutnya, pemerintah tidak ingin transformasi digital hanya dinikmati kelompok tertentu, melainkan harus dirasakan secara luas oleh seluruh pelaku ekonomi lokal.
“Pendekatan kami dilakukan langsung ke lapangan. Para pelaku UMKM tidak hanya diberikan pemahaman, tetapi juga pendampingan praktik penggunaan sistem pembayaran digital di tempat usaha mereka,” ujar Idham, Jumat (10/4).
Ia menegaskan bahwa digitalisasi transaksi akan berdampak langsung pada penguatan daya saing UMKM. Dengan sistem pembayaran nontunai, pelaku usaha memiliki akses yang lebih mudah terhadap layanan keuangan formal seperti perbankan dan pembiayaan, sekaligus mengurangi risiko terjerat pinjaman ilegal yang merugikan.
Selain itu, proses digitalisasi juga membantu pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara lebih tertata. Setiap transaksi tercatat otomatis dalam sistem, sehingga memudahkan mereka memantau arus kas dan perkembangan omzet harian secara real-time.
Pemerintah Kota Balikpapan turut melibatkan berbagai komunitas serta tokoh masyarakat dalam proses sosialisasi agar pesan digitalisasi dapat diterima lebih efektif. Pendekatan kolaboratif ini dinilai penting untuk mempercepat perubahan perilaku masyarakat dalam bertransaksi.
Menurut Idham, antusiasme masyarakat terhadap program ini menunjukkan tren positif. Banyak pelaku UMKM mulai terbiasa menggunakan aplikasi pembayaran digital setelah mendapatkan pendampingan langsung dari petugas di lapangan.
“Harapan kami, transformasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat dan modern di tingkat masyarakat bawah,” tambahnya.
TP2DD Balikpapan menargetkan perluasan literasi digital ini terus berlanjut secara berkesinambungan sebagai bagian dari upaya menjadikan Balikpapan sebagai kota dengan ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berdaya saing tinggi. (KHub)

